Curcol Things: Siapa Aku?

Ini adalah pertanyaan aneh buatku. Siapa aku? Ya tentu saja, aku ya aku. Tapi dibalik pertanyaan aneh ini, tentu saja aku perlu memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk menemukan jawabannya, bahkan sampai tulisan ini dapat dibaca pun, aku merasa ada yang kurang. Bagaimana aku menjawabnya? Pertanyaan aneh ini membuatku kelelahan. 

Aku adalah anak perempuan pertama dari empat bersaudara. Aku adalah anak-- kurasa, itu bukan jawaban yang tepat. Lalu aku kembali bertanya pada diri sendiri, sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain, yang hanya aku saja yang tahu jawaban tersembunyi ini, meski untuk mengetahuinya, aku perlu waktu berhari-hari. 

Aku tahu, ini sulit untuk dijelaskan apalagi untuk dibagikan. Saat ini, aku menilai diriku sebagai sosok yang suka mempelajari hal baru, dan kepayahan setelahnya. Orang-orang mungkin sudah mengetahui ini, aku sering menuliskan keluh kesahku di SW, tapi benarkah demikian? Aku juga tidak yakin dengan jawaban ini. Meski begitu, aku yakin ada potensi dalam diriku yang harus dikembangkan. Sejauh ini kurasa potensi terbesarku adalah menulis. 

Dengan menulis aku bertemu dengan banyak orang di Indonesia. Seringkali aku minder dengan beberapa rekan yang sekota. Enak, ya? Bisa bertemu dan ngobrol bareng. Tapi dengan demikian aku tetao merasa bersyukur karena bertemu dengan orang-orang yang sekufu.

Balik lagi pada pertanyaan siapa aku?
Aku tidak tahu. Aku tidak bisa menemukan jawabannya. Kadang kala sebelum tidur, aku sering menanyakan ini

Untuk apa, sih, aku ada disini. Buat apa, ya? Orang tidak berguna dan tidak berpotensi sepertiku rasanya jangan ada disini. Yang bagus-bagus saja. Kemudian, aku beristighfar. 

Sepertinya ada gunaku disini. Apalah. Yang jelas, aku hanya belum menemukan jawabannya. Intinya aku lakukan saja apa yang kusuka dan kurasa bisa berpotensi untukku kedepannya.

Seperti saat ini, menulis blog, menulis di Instagram. 

Aku juga akan melakukan hal yang mengganggu personalitasku; kerja lembur bagai kuda meski aku tidak suka. Menghadapi penumpang yang mau dimengerti tapi tidak ingin mengerti. Mengurus banyaknya dokumen-dokumen yang kalau ada selisih bikin puyeng. Apalagi, ya?

Kenapa begitu? Aku yakin dimasa depan aku akan jadi sesuatu yang kulakukan hari ini. Sederhananya begitu. Tapi kuharap, sesuatu di masa depan itu bisa berubah. Karena kalau menghadapi penumpang terus, rasanya lelah hayati. Padahal, aku sendiri yang mau untuk mengganggu personalitas. Aneh memang.

Oh, siapa aku? Orang aneh? 
Um, kurasa itu bukan jawabannya. 

Siapa aku? Adalah pertanyaan yang tidak akan habis dijawab dan tidak akan pernah menemukan jawaban pasti sebelum akhirnya merasa cukup dengan diri.

Ya, aku juga belum merasa cukup dengan diri. Masih banyak yang harus kukejar, perbaiki, dan mantapkan lagi. Terkadang bingung harus bagaimana. Apa yang harus kukejar, perbaiki, dan mantapkan lagi?

Tapi daripada bingung, mending mulai aja tidak, sih? Tapi mulai apa? Ya ... tidak tahu. 

Apalagi yang harus kubahas tentang siapa aku? Kurasa pertanyaan ini jawabannya tak terhingga. Akan berputar-putar dan begitu terus, tiada ujung yang pasti. Banyak pertanyaan dan jawaban semua akan kembali lagi ke awal, berputar, begitu terus sampai bosan. 

Coba lihat pasti saat membaca tulisan ini keningmu berkerut, kan? Aku tidak akan membahas hal pribadi disini. Ini hanya sekedar curcolanku saja. Aku tidak mengerti harus bahas seperti apa. 

Ya, begitulah caraku belajar. Mulai aja dulu setelah itu sudah.kalau senang jalani. Kalau tidak senang, cari tahu apa penyebabnya apa, apa yang tidak sesuai dengan prinsip diri. Kalau dirasa sudah begitu, ya ... sudah.

Komentar