Hal yang paling kutakuti adalah ketika jatuh cinta.
Cinta benar-benar membuatku plin-plan. Aku tidak bisa memutuskan sesuatu, dan diserang tanda tanya, mencurigai gerak-gerik, dan berteman kekhawatiran; apakah benar dia menyukaiku atau sekadar penasaran saja?
Hal yang paling kutakuti adalah ketika jatuh cinta. Cinta benar-benar membuatku kecanduan. Ini buruk dan berbahaya. Bagaimana bisa aku teringat akan senyum, tawa, juga suaranya sepanjang hari, terutama saat bangun tidur, dan mengkhayalkan hal romantis sebelum tidur?
Ini gila! Sangat tidak masuk akal. Terlebih respon tubuh yang aneh; jantung berdebar, pipi yang memerah dan anehnya tidak terasa sakit pada tulang pipi. Bernapas tapi rasanya tidak bernapas. Ajaib!
Hal yang paling kutakuti adalah ketika jatuh cinta. Perasaan tidak menentu yang sangat menggangu aktivitas dan semua perasaan ini datang dari tidak ada kabar darinya. Oh, Tuhan. Aku mengakui telah terbuai olehnya, tapi perasaan ini sangat menggangu.
Pada hari dimana aku marah karena kesalahan kecil, tapi entah kenapa aku melihatnya menjadi sesuatu hal yang sangat besar, jadi aku memutuskan untuk menutup akses darinya. Hariku pun terasa berat. Semua terlihat seperti salah. Bahkan aku bisa menyalakan angin yang meniup rambutku hanya karena perasaan rumit bernama cinta.
Kemudian, beberapa saat, ketika dia mencoba mendekat dan mengeluarkan semua jurus andalan dan jurus terbarunya. Hatiku luluh. Akses yang sempat terblokir, kini sudah tidak lagi. Hari kemudian, aku berbunga setelah apa yang dilakukannya padaku. Hari-hari yang kujalani terasa mudah dan ringan. Apa ini berkatnya, berkat cinta, atau berkat Tuhan? Entahlah.
Kuakui, Tuhan, aku terbuai oleh lautan asmara yang banyak warna ini.
Design by Canva
Hal yang paling kutakuti adalah ketika jatuh cinta. Sumpah mati aku sangat takut jatuh cinta. Aku takut bego. Aku takut ketika rasa itu hadir dan dia malah menghancurkan semuanya; kepercayaan, ketulusan, keikhlasan. Aku juga takut jika semua itu terjadi, aku masih memilih bertahan hanya karena ... cinta.
Ah, betapa tololnya kalau sampai itu kejadian.
Hal yang paling kutakuti adalah ketika rasa itu hadir dan aku tidak mau kehilangan. Rasa yang begitu dalam akan menjadi beban untukku. Aku tidak mau merasakan kegalauan. Aku tidak mau terbangun pada pagi hari lalu menangisi seseorang yang entah menangisi aku juga atau tidak. Aku tidak mau hariku menjadi berat dan menyedihkan. Bagaimana ini bisa terjadi, menangisi yang awalnya indah seolah nyata?
Oh, mungkin aku bukan menangisi orangnya, tapi menyayangkan kenangan indah, atau apalah.
Aku tidak mau bertempur dengan segala ketidakpastian yang menimpaku setelah jatuh cinta. Aku tidak mau berteman dengan drama tatkala terjadi sesuatu yang tidak mengenakan.
Bisakah semua ini terjadi tanpa adanya rasa takut? Bisakah semua ini terjadi tanpa adanya rasa kekhawatiran? Aku begitu takut.
Komentar
Posting Komentar